To kaili

Sunday, December 7, 2014

Informasi Cuaca

Berikut adalah beberapa petunjuk singkat layanan SMS BMKG
SMS dikirim ke nomor 2303 tarif Rp.550/SMS
Fasilitas SMS BMKG hanya bisa digunakan bagi pengguna Indosat dan Telkomsel

Informasi Cuaca

Informasi Prakiraan Cuaca Hari Ini

Perintah SMS Fungsi Layanan
ketik: c0 namakota Mendapatkan informasi cuaca hari ini di kota tersebut
ketik: cuaca0 namakota Mendapatkan informasi cuaca hari ini di kota tersebut

Informasi Prakiraan Cuaca Esok Hari

Perintah SMS Fungsi Layanan
ketik: c1 namakota Mendapatkan informasi cuaca esok hari di kota tersebut
ketik: cuaca1 namakota Mendapatkan informasi cuaca esok hari di kota tersebut

Informasi Iklim

Perintah SMS Fungsi Layanan
ketik: iklim namawilayah Mendapatkan informasi iklim pada wilayah tersebut


Informasi Kualitas Udara

Perintah SMS Fungsi Layanan
ketik: ku namakota Mendapatkan informasi kualitas udara di kota tersebut
ketik: polusi namakota Mendapatkan informasi kualitas udara di kota tersebut

Informasi Gempabumi

Perintah SMS Fungsi Layanan
ketik: ga Mendapatkan informasi gempa terkhir yang tercatat di BMKG
ketik: gempa dd/mm/yyyy Mendapatkan gempa terakhir yang terjadi pada tanggal tersebut
ketik: gempa namakota Mendapatkan informasi gempa terkahir yang terjadi di kota tersebut
sumber BMKG

Saturday, December 6, 2014

Hama Pada Tanaman Padi

Musim hujan telah mengguyur sebagian wilayah Indonesia. Meski terbilang mundur dibandingkan kebiasaan-kebiasaan sebelumnya, musim tanam padi di akhir tahun 2014 akan menjadi bekal bagi produksi tahun 2015.
Keberhasilan tanam pada musim hujan akan menjadi penentu peningkatan produksi padi nasional. Apalagi pemerintah telah mencanangkan swasembada pangan pada tahun 2017. Tahun 2015, pemerintah telah menargetkan produksi padi sebanyak 73,40 juta ton gabah kering giling (GKG).
Untuk mencapai produksi tersebut memang tidak mudah. Banyak persoalan yang masih menyelimuti petani. Salah satunya adalah gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Hama yang kerap menyerang tanaman padi petani adalah wereng.
Untuk mengetahui serangan hama tersebut, petani bisa menandai dengan terlihatnya tanaman padi yang tampak mengering dengan cepat (seperti terbakar) disertai daun yang menguning. Terlihat bentuk menyerupai lingkaran yang menunjukkan pola penyebaran, dimulai dari satu titik kemudian menyebar ke segala arah. Ketika diamati, tepat di pangkal batang terdapat serangga coklat bersayap berukuran panjang 2,0 – 4,4 mm.
Jika melihat tanda-tanda tersebut dapat dipastikan bahwa tanaman padi sudah terserang hama wereng. Ada beberapa jenis hama tersebut yakni, wereng coklat (Nilaparvata lugens), wereng hijau (Nephotettix virescens), wereng punggung putih (Sogatella furcifera Horvarth) dan wereng loreng (Recilia dorsalis).
Semuanya berpotensi mempunyai dampak serangan membahayakan. Namun sampai kini yang dominan membuat kejadian luar biasa di dunia pertanian adalah wereng coklat. Baik skala nasional maupun internasional (kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, sebagian Asia Tengah).
Dengan menghisap cairan sel (dalam jaringan pengangkut) tanaman padi, wereng dapat menimbulkan kerusakan ringan sampai berat. Bahkan pada hampir semua fase tumbuh sejak fase bibit, anakan, sampai fase masak susu (pengisian), sehingga bisa berakibat puso (gagal panen).
Tidak hanya itu, serangga tersebut juga membawa tiga virus padi yang berbahaya yaitu penyakit virus kerdil hampa (VKH) dan virus kerdil rumput tipe 1 (VKRT-1) dan virus kerdil rumput tipe 2 (VKRT- 2). Sebagai vektor, wereng juga berpotensi menyebarkan penyakit Rice Black Streak Dwarf Virus (RBSDV) dan Southern Black Streak Dwarf Virus/ SBSDV (RBSDV-2), yang biasanya menyerang tanaman suku rumput-rumputan (famili : Poaceae), seperti padi dan jagung.
Mengenal Siklus Hidup
Untuk mengenal hama tersebut, perlu juga diketahui bagaimana siklus hidupnya. Serangga dewasa mempunyai dua bentuk yakni bersayap panjang/sayap belakang normal (makroptera) dan bersayap pendek/sayap belakang tidak normal (brakhiptera).
Siklus hidupnya dari telur sampai dewasa sekitar 50 hari. Berkembang biak melalui cara seksual. Betina dewasa akan bertelur, brakhiptera mengalami masa peneluran 3-4 hari, sedangkan makroptera 3-8 hari.
Selama hidupnya seekor wereng betina mampu bertelur berjumlah 270-902 butir, terdiri dari 76-142 kelompok. Telur diletakkan berkelompok (1 kelompok 3-21 butir) di pangkal pelepah daun, atau pada ujung pelepah daun dan tulang daun bila populasinya tinggi. Telur menetas 7-11 hari dengan rata-rata 9 hari, disebut serangga muda (nimfa). Selanjutnya selama ± 15 hari nimfa akan berganti kulit (instar), kemudian menjadi serangga dewasa (imago) yang berumur antara 18-28 hari.
Pada umumnya wereng coklat berkembangbiak pada musim penghujan dengan kelembaban tinggi (70-80%). Faktor lain seperti intensitas cahaya matahari rendah (suhu siang hari optimum 280C-300C), tanaman rimbun, lahan basah, angin lemah, pemupukan N yang terlalu tinggi, akan mempercepat peningkatan populasinya.
Dari hasil penelitian, kerusakan tanaman yang ditimbulkan oleh serangan 4 ekor/ batang selama 30 hari. Tanaman padi yang terserang dapat menurunkan hasil sebesar 77% (periode anakan), 37% (saat padi bunting) dan 28% (masa pemasakan buah).
Dampak serangan yang sangat besar tersebut membuat wereng coklat menjadi serangga kecil yang mempunyai daya ancam besar, terutama bagi peningkatan produksi padi. Sandis W. P (BPTP Kalimantan Tengah)/Yul
U
Sumber Tabloid sinar tani

Sunday, November 30, 2014

Kecap Pamor STPP Jogja


Kecap Pamor Bukan Hanya Enak, Tapi Juga Sehat dan Menyehatkan
 Hasil Inovasi Dari Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian (Lab.Php)
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Yogyakarta
      
Kemasan Kecap Pamor
Bila anda berada di wilayah kota Jogjakarta atau lagi liburan di wilayah kota Jogja maka tidak salah, bila anda meluangkan waktu untuk berkunjung ke STPP Jogjakarta. Disana anda dapat melihat berbagai produk inovatif, dan tentunya  berasal dari bahan organic. Langsung saja, saya akan perkenalkan kepada anda,salah satu produk yang telah dipasarkan keberbagai daerah dipulau jawa dan luar jawa.
Kecap Pangan Model Organik (Pamor), adalah hasil dari penelitian, Lab .PHP –STPP selama 1 tahun yakni pada tahun 2004 dan mulai dipasarkan tahun 2005,  kini pemasarannya telah sampai keluar daerah. Survei Pusat Penelitian Biologi LIPI, sebagian kecap di Pulau Jawa mengandung aflatoksin. Aflatoksin merupakan zat racun pemicu kanker yang dihasilkan jamur Aspergillus section flavi. Jamur ini kerap tumbuh saat proses fermentasi kecap yang tidak mengindahkan kebersihanPeneliti dari PPB-LIPI, Dr. Joao Sulistyo APU, memastikan aflatoksin merupakan zat berbahaya. Jika masuk ke dalam cairan hati manusia, unsur ini akan menjadi aktif, Dan (memicu kanker).
 Efek aflatoksin pada tubuh bersifat akumulatif, dalam tempo belasan tahun kemudian unsur ini barulah dapat memicu penyakit serius seperti hepatitis, tumor, dan kanker pada organ hati (Survei PPB-LIPI 1998).
PAMOR adalah kecap organik yang menggunakan bahan baku organik yang terbebas pestisida dan pupuk kimia lainnya serta diolah melalui industri modern dan higienis, dengan menggunakan ragi hasil penelitian Laboratorium Bio Teknologi Universitas Gadjah Mada yang terbukti bebas dari kandungan aflatoksin.Peneliti Lab -UGM Menyatakan bahwa “Kecap Pamor merupakan kecap sehat bebas kanker.
Ditemui ditempat kerjanya, Bapak Sumarna,SST selaku sekertaris Lab.PHP-STPP menjelaskan “bahwa kecap Pamor ini, awet atau tingkat kadaluarsanya, mampu bertahan selama 2 tahun,hal ini bukan dikarenakan adanya bahan pengawet,akan tetapi dikarenakan oleh larutan gula jawa yang organic dan pemberian larutan garam, adapun rasanya adalah hasil dari perpaduan antara rasa kedelai hitam dan campuran lengkuas,daun jeruk purut,batang serei, dan aroma khas dari bunga  jadi sangat aman untuk dikonsumsi,dan sangat bermanfaat untuk kesehatan”
Ketika ditanyakan tentang cara pembuatannya Sumarna menjelaskan “cuci bersih 1kg kedelai hitam, rendam 1 malam kemudian rebus dan tiriskan, tempe raksasa yang telah diragikan selama 2-3 hari,larutan gula jawa,larutan garam, rempah-rempah, dan air mendidih dicampur lalu disaring, hasil saringan dimasak hingga mendidih kemudian disaring kembali.dengan proses fermentasi alami ini menjadikan produk kami lebih sehat karena tanpa pewarna ,perasa,pengawet dan pengental.’’

                                            Keunggulan Kecap Pamor(*)
ketika ditanyakan pasarannya, Sumarna menjelaskan “kami  memiliki pasar yakni pecinta produk organik yang tersebar sebagian di daerah jawa dan Kalimantan (samarinda) kami jual eceran antara Rp15000-25000“
 “Yang lain memproduksi banyak dan menjual dengan harga yang lebih murah tujuannya  untuk mendapatkan keuntungan yang besar, sementara kami hanya untuk mengenalkan kemasyarakat tentang kelebihan produk organik, yang terpenting itu adalah kesehatan masyarakat,” Tegas  Sumarna.(*)





Wednesday, November 26, 2014

cara terbaru Praktis menyemai benih padi

Media Tanam
Teknik pembibitan/penyemaian benih padi menggunakan alas karung bekas pupuk dengan media tanam tanah setebal 2-3 cm...Praktis, bisa disemai dirumah, mudah dalam perawatan, tidak merusak akar ketika dicabut, mudah dalam pengangkutan kelahan, dan sangat cocok untuk bertanam dengan cara SRI... bersama PPL dan kelompok Tani Marsuditirto, sayangan,bandung,playen,gunungkidul DIY
 Setelah umur 7- 9 hari setelah semai
Pencabutan/diangkat untuk dipindahkan
Simpan di Jok motor


ke lahan


 Jangan lupa Bismillahirohmani Rohim tanam cara SRI dengan pola tanam jajar legowo 2:1 hasil lebih baik......


Friday, November 14, 2014

PERSEMAIAN TANAMAN MENTIMUN

PERSEMAIAN TANAMAN MENTIMUN

Mentimun dikembangbiakan secara generative dengan biji-bijinya. Bentaran mentimun dapat dilakukan dengan system tanam langsung benihnya atau memindahkan bibit dari persemaian. Persemaian merupakan tempat yang dapat menjaga kestabilan suhu, kelembaban lingkungan dan mengatur banyaknya sinar matarahi yang masuk.
1.Benih
Benih yang disemaikan harus memenuhi syarat, yaitu: benih yang disemaikan merupakan benih unggul dengan syarat (a) bernas (berwarna mengkilap) (b) bebas dari serangan hama dan penyakit (c) tidak keriput dan basah. (d) bersih

JENIS DAN VARIETAS MENTIMUN

JENIS DAN VARIETAS MENTIMUN

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan baik dalam kondisi segar ataupun diolah lebih lanjut. Selain untuk bahan makanan, mentimum juga banyak digunakan sebagai bahan baku pada industri kecantikan. Produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa ditingkatkan. Dengan kemampuan adaptasi pada berbagai iklim yang baik, tanaman ini mudah dibudidayakan. Daya serap pasar juga tidak diragukan lagi, hal ini menjadikan peluang usaha untuk budidaya mentimun masih terbuka lebar.


CARA / TEKNIK BUDIDAYA MENTIMUN

CARA / TEKNIK BUDIDAYA MENTIMUN

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Pengolahan Tanah
1. Tanah diolah sampai gembur, misal dengan cangkul atau di bajak sedalam kurang lebih 20 cm
2. Di buat bedengan dengan ukuran 80 X 300 cm
3. Jarak antara bedengan 20 cm
4. Di buat parit dengan kedalam 3 cm
5. Penanaman
• Penanaman dengan cara di tugal
• Dalamnya lubang tugalan 5-7 cm dan jarak antara lubang (jarak tanam) 40x40 cm
• Setiap lubang tugalan diisi dengan 2-3 biji, lalu di tutup dengan tanah (tapi jangan di padatkan) atau di tutup dengan abu sekam
• Penanaman di laksanakan pada akhir musim hujan
Penggunaan Bibit Unggul
Syarat benih yang baik di tanam;
1. Bernas (berwarna mengkilap)

Wednesday, November 12, 2014

PENYAKIT BERCAK DAUN COKLAT (Brown Leaf Spot) PADA TANAMAN PADI & PENGENDALIANNYA

PENYAKIT BERCAK DAUN COKLAT (Brown Leaf Spot) PADA TANAMAN PADI & PENGENDALIANNYA

Sumber Gambar: www.google.com
Penyakit bercak daun coklat disebabkan oleh jamur Helminthosporium oryzae tersebar di negara-negara penghasil padi di Asia dan di Afrika. Di Indonesia, penyakit ini banyak ditemukan pada pertanaman padi terutama di tanah-tanah marginal yang kurang subur, atau kahat unsur hara tertentu. Beberapa daerah padi gogorancah di Nusa Tenggara Barat, Bali, Gunung Kidul, Jawa Barat bagian selatan dan Lampung merupakan daerah endemik penyakit ini. Hubungan antara terjadinya penyakit dengan ketersediaan unsur hara tanah sangat erat. Tanaman yang kurang sehat sangat mudah terserang penyakit ini. Pada kondisi tanah yang kahat unsur kalium penyakit bercak coklat dapat menimbulkan kerugian hasil 50 sampai 90 persen. Faktor lain yang berpengaruh adalah sistem drainase yang tidak baik, sehingga mengganggu terserapnya unsur-unsur hara.
Biologi dan Ekologi
Gajala khas penyakit ini adalah ( baca seterusnya )

PENYAKIT TUNGRO PADA TANAMAN PADI & PENGENDALIANNYA

PENYAKIT TUNGRO PADA TANAMAN PADI & PENGENDALIANNYA

Sumber Gambar: www.google.com
Penyakit tungro merupakan salah satu peyakit penting pada tanaman padi, yang disebabkan oleh infeksi ganda dua bentuk virus. Di Indonesia, tungro menempati urutan ke lima dari hama dan penyakit penting pada padi setelah wereng coklat, penggerek batang, tikus dan blast. Perkembangan penyakit tungro pada tanaman padi terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama terjadi akibat infeksi di pesemaian yang ditularkan oleh wereng hijau migran pembawa virus. Tahap kedua, terjadi bersumber dari tanaman yang terserang pada tahap pertama. Namun, ledakan tungro terjadi melalui suatu proses yang membutuhkan waktu, yaitu interaksi antara jumlah dan kualitas sumber inokulum, tingkat populasi serangga penular, dan faktor pendukung lainnya.
Gejala Serangan
Secara morfologis tanaman padi yang tertular virus tungro menjadi kerdil, daun berwarna kuning sampai kuning jingga disertai bercak-bercak berwarna coklat. Perubahan warna daun di mulai dari ujung, meluas ke bagian pangkal. ( baca seterusnya )

PENYAKIT KERDIL HAMPA PADA TANAMAN PADI & PENGENDALIANNYA

PENYAKIT KERDIL HAMPA PADA TANAMAN PADI & PENGENDALIANNYA

Sumber Gambar: www.google.com
Penyakit ini disebabkan oleh virus kerdil hampa padi yang ditularkan secara persisten oleh wereng cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) dan spesies lain dalam genus Nilaparvata (Hibino 1989; Milne and Ling 1982). Virus ini dapat memperbanyak diri di dalam tubuh vektor, tetapi tidak ditularkan melalui telur, air, tanah, biji maupun secara mekanik (Chetanachi et al.,1979; Ling et al.,1978).
Vektor : wereng cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) dan spesies lain dalam genus Nilaparvata.
Gejala awal penyakit kerdil hampa adalah daun bergerigi pada fase awal tanaman muda. Gejala penyakit kerdil hampa pada daun bendera pada fase bunting dicirikan oleh daun melintir, berubah bentuk, dan memendek.
Gejala Serangan adalah ; Daun yang.  ( baca seterusnya)

PENYAKIT KERDIL RUMPUT PADA TANAMAN PADI & PENGENDALIANNYA

PENYAKIT KERDIL RUMPUT PADA TANAMAN PADI & PENGENDALIANNYA

Sumber Gambar: www.google.com
Gejala utama penyakit kerdil rumput adalah tanaman yang terinfeksi sangat kerdil dan banyak anakannya sehingga menyerupai rumput. Daunnya sempit, pendek, kaku, hijau pucat dan kadang-kadang mempunyai bercak seperti karat. Kadangkala terdapat percabangan anakan dari buku batang tanaman padi yang terinfeksi. Tanaman yang terinfeksi biasanya bertahan sampai dewasa, tetapi hanya menghasilkan sedikit malai yang kecil berwarna coklat dan bulirnya hampa. Bila infeksi terjadi saat tanaman dewasa biasanya gejalanya tidak akan berkembang sebelum panen tetapi muncul pada singgangnya setelah panen.
Penyebab penyakit kerdil rumput adalah virus Kerdil Rumput. Virus ini disebarkan oleh hama wereng coklat (Nilaparvata lugens).
Untuk mengendalikan penyakit kerdil rumput cukup dengan mengendalikan vektor penularnya yaitu wereng coklat. Untuk mengendalikan wereng coklat Gerbang Pertanian telah menulis cara tepat mengendalikan hama wereng coklat dan insektisida terbaik untuk mengendalikan wereng coklat. Selain mengendalikan

PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (HDB) PADA TANAMAN PADI DAN PENGENDALIANNYA

PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (HDB) PADA TANAMAN PADI DAN PENGENDALIANNYA

Sumber Gambar: www.google.com
Tanaman padi yang terserang penyakit hawar daun bakteri (HDB) pada fase awal pertumbuhan, tanaman layu dan akhirnya mati. Gejala inilah yang biasanya oleh petani disebut dengan penyakit kresek. Sedangkan pada tanaman dewasa serangan mulai dari tepi daun berwarna keabu-abuan dan akhirnya mengering sehingga tanaman tidak dapat berfotosintesisi dengan baik sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Apabila serangan pada saat tanaman berbunga, hawar daun bakteri ini dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar dengan mengurangi hasil sampai 50-70% akibat pengisian gabah terhambat sehingga gabah hampa meningkat.
Penyakit hawar daun bakteri (HDB) ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv.oryzae. Bakteri patogen ini biasa disebut juga dengan patogen Xoo. Di masyarakat secara umum penyakit hawar daun

PENYAKIT HAWAR DAUN JINGGA PADA TANAMAN PADI DAN PENGENDALIANNYA

PENYAKIT HAWAR DAUN JINGGA PADA TANAMAN PADI DAN PENGENDALIANNYA

Sumber Gambar: www.google.com
Penyakit hawar daun jingga (HDJ) yang diduga disebabkan oleh bakteri (putih : Pseudomonas sp. dan kuning :Baccilus sp) merupakan penyakit yang relatif masih baru. Pertama ditemukan di daerah kabupaten Subang Jawa Barat pada MK 1987 disebut sebagai penyakit Bacterial Red Stripe (BRS. Sampai saat ini penyakit tersebar di hampir seluruh Pulau Jawa dan Sumatera, terutama di dataran rendah (<100 m dpl). Penyakit umumnya timbul pada saat tanaman mencapai stadia generatif, pada musim kemarau.
Gejala penyakit diawali dengan bercak kecil berwarna jingga, yang timbul di mana saja pada helaian daun. Pada stadia perkembangan penyakit lebih lanjut terbentuk gejala hawar mirip gejala yang ditimbulkan oleh hawar daun bakteri (BLB). Mekanisme penurunan hasil karena hawar daun jingga serupa yang disebabkan oleh hawar daun bakteri , yaitu meningkatkan gabah hampa dan gabah terisi tidak sempurna.
Pengendalian; Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan penyakit HDJ sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor praktek produksi yang dilakukan seperti varietas, pemupukan, jarak tanam, dan pengairan. Untuk itu, pengendalian penyakit HDJ dianjurkan dengan cara mengatur penggunaan faktor-faktor tersebut. Varietas tahan HDJ sampai saat ini belum tersedia. Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa pada keadaan perkembangan penyakit yang cukup tinggi, terlihat adanya perbedaan reaksi genotipe terhadap penyakit HDJ yang terjadi secara alamiah. Dari 108 genotipe yang dievaluasi pada MK 2000 di Kebun Percobaan Inlitpa Sukamandil, satu varietas yaitu Lusi tergolong tahan, sementara tiga galur harapan yaitu S2814-2f-Kn-9-3-3, S4668-1g-1-2-2 dan S4668-1g-2-2 tergolong agak tahan, dan genotipe lainnya

MENGENDALIKAN HAMA TIKUS SAWAH DENGAN PESTISIDA NABATI

MENGENDALIKAN HAMA TIKUS SAWAH DENGAN PESTISIDA NABATI

Sumber Gambar: www.google.com
Dewasa ini petani banyak mengalami kendala dalam mengembangkan usaha pertanian. Salah satu kendalanya adalah serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer). Tikus merupakan hama utama tanaman padi (Oryza sativa L.) yang dapat menurunkan hasil produksi cukup tinggi. Pada umumnya, tikus sawah (Rattus argentiventer) tinggal di pesawahan dan sekitarnya, mempunyai kemampuan berkembangbiak sangat pesat. Secara teoritis, satu pasang ekor tikus mampu berkembangbiak menjadi 1.270 ekor per tahun. Walaupun keadaan ini jarang terjadi,tetapi hal ini menggambarkan, betapa pesatnya populasi tikus dalam setahun.
Kerusakan dan penurunan hasil produksi padi sangat besar akibat dari serangan hama tikus dan susah untuk dikendalikan. Hal ini disebabkan tikus beraktifitas pada malam hari. Tikus dapat merusak secara langsung yaitu mencari makan pada saat tanaman sudah mulai berbuah sedangkan secara tidak langsung yaitu tikus merusak batang tanaman padi hanya untuk mengasah gigi depannya. Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama tikus dapat dilihat pada batang padi yang terpotong dan membentuk 45oC serta masih mempunyai sisa bagian batang yang tak terpotong. Dengan kondisi kerusakan dan cepatnya peningkatan populasi tikus akan menurunkan hasil produksi secara drastis.
Pestisida nabati adalah pestisida yang dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada disekitar kita untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman, seperti tumbuhan. Pestisida nabati memiliki keuntungan:
1) relative aman;
2) ramah lingkungan;
3) murah dan mudah didapatkan;
4) tidak menyebabkan keracunan dan tidak akan menyebabkan hama menjadi resisten. Sedangkan kekurangannya yaitu penggunaanya harus berulang-ulang, tidak tanah lama, daya kerjanya lambat dan tidak membunuh hama secara langsung.
Ada beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Salah satu tanaman yang digunakan untuk mengendalikan hama tikus pada padi sawah adalah menggunakan tanaman cabai (Capsicum annum), buah jengkol (Phitecellobium lobatum) dan buah papaya tua (Carica papaya). Buah papaya tua langsung diberikan pada tikus hasilnya mati, sedangkan jengkol dan cabai menggunakan air hasil rendaman dari kedua jenis tanaman ini yang kemudian disemprotkan sehingga hama tikus menjadi berkurang nafsu makannya
Pestisida nabati untuk mengendalikan hama tikus menggunakan cabai, buah jengkol dan papaya. Buah jengkol mengandung minyak atsiri, saponin, alkaloid, terpenoid, steroid, tannin, glikosoda, protein, karbohidrat, kalsium, fosfor dan vitamin. Cabai mengandung minyak atsiri, piperin dan piperidin yang berfungsi sebagai repellent dan mengganggu preferensi makan hama. Sedangkan buah papaya tua sebagai racun (enzim albuminose) atau kaloid carpine dalam mengendalikan tikus dengan potensi yang cukup besar karena buah papaya mengandung bahan aktif papain yang dapat digunakan sebagai rodentisida.
Pembuatan pestisida nabati dengan bahan jengkol yaitu:
1) sebelumnya buah jengkol dikupas kulit luarnya maupun kulit arinya.
2) Kemudian kupasan jengkol direndam dengan air, perbandingan 1 kg : 10 liter air selama 24 sampai 36 jam sehingga air rendaman mengeluarkan aroma yang sangat menyengat yang dapat mengusir hama tikus
3) dengan meletakkan atau menyemprotkan larutan jengkol pada tanaman padi. Bukan hanya berlaku bagi tikus tetapi dapat mengusir burung yang menyerang tanaman padi.
Pembuatan pestisida nabati dengan cabai yaitu:
1) Cabai ditumbuk halus kemudian direndam selama semalam.
2) Kemudian disaring dan
3) dapat langsung disemprotkan pada tanaman padi.
Pembuatan pestisida nabati dengan bahan buah pepaya tua yaitu:
1) Buah papaya tua yang belum masak dikupas
2) Buah dipotong kecil-kecil sebesar dadu.
3) Kemudian disebarkan pada tempat yang biasa dilewati tikus.
bahwa dalam proses pembuatan rodentisida nabati buah papaya, mulai dari pengupasan sampai penyebarannya harus menggunakan sarung tangan karena indera penciuman tikus sangat tajam terhadap bau dan sentuhan tangan manusia, sehingga kemungkinan tikus tidak akan memakan potongan buah papaya tua yang diberikan.
Seperti yang sudah diketahui, bahwa penyuluhan pada dasarnya adalah proses pemberian stimulasi dari pengajar kepada yang diajar, sehingga bisa mengarah pada perubahan kognitif, efektif dan psikomotorik. Oleh karenanya, pemanfaatan pestisida nabati untuk mengendalikan hama tikus perlu disosialisakan pada tingkat petani dengan melibatkan pemerintah, mulai dari tingkat Provinsi/Dinas Pertanian Daerah, sampai Pedesaan (Penyuluh / Kepala Desa).
Sumber : Enni SR, Krispinus KP. 1998a. Kandungan Senyawa Alelokimia Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Beberapa Gulma Padi. Semarang: Lembaga Penelitian 1KW.
Hariono. 2009. Rangcangan Penyuluhan Pengendalian Hama Tikus (Rattus argentiventer) Pada Tanaman (Oryza
sativa L.) Dengan Menggunakan Rodentisida Nabati Buah Papaya Tua (Carica papaya), Kulit Gamal dan cabai
Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)
email : imanpriyadi@yahoo.co.id

Tyto Alba sahabat Petani, mari di Jaga....

Hasil kunjungan dari Balai Proteksi Tanaman Yogyakarta
Burung hantu jenis barn owl (Tyto alba) kini makin popular di kalangan masyarakat petani, karena terbukti efektif dalam memberantas hama tikus yang sering mengganggu tanaman padi dan jagung. Kesuksesan masyarakat di Desa Tlogoweru (Demak) mulai ditiru di daerah lain. Anda yang bukan petani pun bisa meraup keuntungan dengan menjadi penangkar burung hantu, karena makin banyak komunitas petani di desa yang membutuhkannya. Berikut ini cara penangkaran burung hantu jenis Tyto alba.
Burung hantu jenis Tyto alba
Burung hantu jenis barn owl (Tyto alba)
Sejak adanya penangkaran burung hantu, dan tiap malam disebarkan ke areal persawahan, masyarakat petani di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, bisa mengalami peningkatan pendapatan hingga Rp 10,385 miliar per tahun. Padahal, modal awal penangkaran Tyto alba “hanya” Rp 87,525 juta (detail analisis usaha penangkaran burung bisa dilihat pada artikel di sini).
Banyak masyarakat pedesaan yang ingin menangkarkan burung hantu jenis Tyto alba, agar bisa mencapai kesuksesan seperti warga Desa Tlogoweu. Karena itu, Om Kicau merasa perlu untuk berbagi ilmu mengenai teknik penangkaran burung hantu jenis tersebut.
Perlu diketahui, burung hantu terdiri atas beberapa genus (marga). Selain Tyto, ada juga Otus yang banyak dijumpai di kawasan timur Indonesia, termasuk burung hantu rinjani / rinjani scops owl (Otus jolandae) di Pulau Lombok. Jadi, seluruh materi artikel ini hanya menyangkut spesies Tyto alba.
Karakter dan habitat Tyto alba
Tyto alba merupakan salah satu spesies burung hantu yang banyak tersebar di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Dalam bahasa Latin, Tyto alba berarti burung hantu putih. Adapun dalam literatur perburungan internasional, burung ini dikenal dengan nama barn owl: mengacu pada habitat aslinya berupa gudang-gudang di ladang pertanian. Masih banyak julukan lain bagi burung hantu ini, misalnya monkey-faced owl (burung hantu berwajah monyet), white owl, dan night owl (hanya mencari mangsa di malam hari).
Tyto alba biasanya ditemukan di wilayah pemukiman dan ladang perkebunan. Mereka senang tinggal di ladang-ladang, karena tikus yang menjadi santapan utamanya sering berada di sana. Selain tikus, burung hantu juga sering memangsa anak kelinci, kelelawar, katak, kadal, burung-burung kecil, serangga, bahkan ular kecil.
Burung ini bersifat nokturnal, artinya hanya aktif pada malam hari, dengan indera pendengaran dan indera penglihatan yang tajam. Tyto alba mampu mendengar dan melihat mangsanya yang berukuran kecil, seperti tikus, dalam jarak cukup jauh.
Untuk menutupi kelemahan pada kedua bola matanya yang tidak bisa berkedip, burung ini bisa memutar lehernya hingga 270 derajat. Itulah cara yang biasa dilakukannya ketika mengamati pergerakan mangsanya.
Ketika terbang memburu mangsa, Tyto alba mampu melakukan gerakan menukik dengan cepat tanpa mengeluarkan suara. Tidak heran jika mangsa dengan mudah disergapnya dalam waktu sekejap. Karena itulah, Tyto alba dianggap sangat efektif dalam membasmi hama tikus, dan hal ini sudah dibuktikan sendiri oleh masyarakat Desa Tlogoweru.
Tyto alba mampu terbang menukik-cepat tanpa mengeluarkan suara.
Tyto alba mampu terbang menukik-cepat tanpa mengeluarkan suara.
Penangkaran Tyto alba
Untuk memulai penangkaran, sebaiknya Anda memilih burung hantu hasil penangkaran. Cara ini lebih praktis, karena burung hantu menjadi lebih mudah dilatih dan lebih cepat beradaptasi dengan kandang barunya yang sering disebut rumah burung hantu (pagupon).
Pilihlah minimal sepasang burung hantu yang sudah mencapai umur dewasa kelamin, dengan umur sekitar 1 tahun atau  lebih. Untuk membedakan burung jantan dan betina bisa dilihat dari warna dan motif bulunya. Silakan perhatikan gambar di bawah ini :
MEMBEDAKAN JANTAN DAN BETINA DARI MOTIF BULU
Metode sexing pada burung hantu jenis Tyto alba. Gambar sebelah kiri betina.
Setelah mendapatkan sepasang burung hantu, maka yang dibutuhkan sekarang adalah kandang penangkaran yang luas dan cukup untuk burung terbang atau menjalankan segala aktivitasnya.
Di dalam kandang diletakan sebuah kotak besar untuk tempat bersarang. Kotak sarangnya pun bervariasi. Ada yang berbentuk kotak biasa seperti glodok, ada juga yang berukuran besar, atau berbentuk segitiga sebagaimana yang digunakan penangkar burung hantu di luar negeri.
KOTAK SARANG YANG DIGUNAKAN
Beberapa model kotak sarang burung hantu
MEMBUAT KOTAK SARANG UNTUK TYTO ALBA
Cara membuat kotak sarang untuk burung hantu
Tyto alba jantan umumnya hanya berpasangan dengan seekor betina saja (monogami), meski ada juga individu yang memiliki pasangan lebih dari satu. Pada masa perjodohan, burung hantu akan berburu bukan hanya malam hari saja, tetapi juga siang hari untuk memberikan makanan kepada pasangannya.
Saat itulah, ia akan berpatroli dengan mengeluarkan jeritan khasnya yang menandakan wilayah teritorialnya. Hal ini bukan hanya untuk mengusir saingannya, tetapi juga untuk menarik perhatian burung betina.
Burung betina menghasilkan telur sebanyak 4 – 6 butir, yang akan dierami selama 21 – 28 hari. Piyik-piyik yang menetas akan diasuh induknya selama 60 hari, sampai mereka mulai keluar dari sarangnya. Tetapi masa sapih (anakan bisa makan sendiri) umumnya terjadi pada umur 85 – 90 hari.
Kandang penangkaran Tyto alba
Kandang penangkaran Tyto alba
Memanfaatkan jasa Tyto alba
Sepasang Tyto alba yang sudah mampu mencari makan sendiri itulah yang dimanfaatkan untuk menjaga wilayah persawahan, dan mulai ditempatkan dalam rumah burung hantu (rubuha) atau pagupon.
Sselama berada di dalam rubuha, Tyto alba muda dilatih untuk beradaptasi dengan lingkungan dan rumahnya yang baru. Selama latihan, burung masih diberi makanan berupa tikus kecil yang langsung disodorkan dari tangan kita. Lakukan hal ini selama 1 minggu penuh.
Setelah beradaptasi dengan lingkungan dan rumahnya, burung muda akan mampu mencari makan sendiri, dengan memantau kondisi persawahan di sekitarnya. Mereka akan keluar dari rubuha malam hari, untuk menjalankan tugas mulianya membantu para petani.
Untuk menjaga sawah, setiap 5 – 10 hektare (ha) lahan bisa dibangun satu rubuha. Hal ini sesuai dengan radius kemampuan burung hantu dalam menjaga wilayah teritorialnya.
Desain dan konstruksi rubuha tergantung kreasi Anda dan/atau kelompok Anda. Yang penting burung hantu merasa aman dan nyaman selama berada di dalamnya. Sebagaimana merpati, burung hantu akan kembali pulang ke rumahnya, tanpa pernah kesasar.
Berikut beberapa gambar rubuha yang bisa dijadikan referensi :
RAGAM RUMAH BURUNG HANTU
Beberapa model rumah burung hantu (rubuha)
Nah, sudah siapkah desa Anda memanfaatkan jasa Tyto alba ? Atau, barangkali, Anda justru ingin menjadi penangkar burung hantu, untuk memasok bibit Tyto alba ke masyarakat petani?
Semoga bermanfaat.

sumber http://omkicau.com/2013/02/28/berlomba-lomba-menangkar-tyto-alba-bagaimana-dengan-anda/

Sunday, November 2, 2014

buah import



Peranan pemerintah dalam mempertahankan buah lokal masih terbilang plinpan dalam mengatasinya. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30 Tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura. Permendag 30/2012 menyatakan bahwa import hortikultura harus melalui importir terdaftar dan tidak bisa lagi langsung ke pengecer. Demikian pula, importir terdaftar tidak bisa menjual produk impornya ke konsumen atau pengecer secara langsung. Meski penerapannya ditunda beberapa bulan, Permendag 30/2012 akan sangat berperan dalam menumbuhkan gairah bisnis buah dan sayur lokal. Permendag Nomor 30 tahun 2012 akan meningkatkan bisnis hortikultura lokal melalui dua hal, yaitu: (1) hanya produk hortikultura impor berkualitas yang akan masuk. Produk yang berkualitas memiliki harga yang relatif mahal. Dengan hilangnya produk hortikultura yang impor, maka terbukanya pasar bagi produk lokal untuk mengisinya.; (2) pasal 3 secara jelas mensyaratkan impor hanya bisa dilakukan jika produk lokal tidak bisa memenuhi konsumsi. Artinya pasar untuk produk lokal akan terjamin.

Thursday, October 30, 2014

Alat mesin Pertanian ( Alsin ) ....Efektifitas kerja mesin Tractor



TRAKTOR TANGAN/ HAND TRACTOR

1.      Diemeter Rata           :
2.      Lebar Kerja                : 50 cm
No
P
Tcs
Jarak (m)
Defth (cm)
L.keff (cm)
t.Blok (s)
V (m)
      s
1
5
12
8,20
12
50
12”
0,68
2
5
12,9
8,20
10
50
15”
0,66
3
5
14,37
8,5
10
50
14”
0,59
4
5
14,9
10
11
50
8”
0,67
5
5
12,0
8,3
10
50
12,47
0,69
6
5





32,29
0,66

Cage Whal 7,5 m2
Roda Saray  22,73 S ha
                                 jam
15 m
0,66 m
     S
Luas = 0,5 x 15 m2 = 7,5 m2


apa yang anda cari ?